Manajemen Proses Pada Processor Dual Core, Core 2 Duo, Core i5, Core i7

4 Jun

MANAJEMEN PROSES, PADA PROSESOR DUAL CORE, CORE 2 DUO DAN CORE i7

 

A.        PROSESOR INTEL DUAL CORE

Kecepatan selalu jadi acuan dari sebuah prosesor pada sebuah motherboard. Namun, kepuasan pengguna dan tuntutan kerja yang semakin beragam, kerja prosesor kini dituntut lebih, yaitu melakukan apa yang dinamakan multi- threading. Dalam artian, selain mempunyai kecepatan yang memadai seperti yang telah terwujud pada single prosessor, prosesor tersebut juga dituntut bekerja dengan berbagai pekerjaan tapi dikerjakan dalam satu waktu secara bersamaan. Misalnya saat kita melakukan sebuah pekerjaan seperti melakukan aktivitas pengetikan atau sambil menyusun materi untuk presentasi, sementara itu pada aplikasi lainnya kita juga tengah melakukan ripping audio CD ke format lain ataupun nge-burn data pada CDRW, bahkan men-download dari situs internet. Biasanya pada sistem yang menggunakan prosesor single core, kita akan merasakan sejumlah task komputasi yang dilakukan berbarengan oleh sistem, maka akan berlangsung sangat lambat, bahkan bisa menyebabkan sistem mengalami hang.

Melihat kebutuhan pengguna komputer pada kerja multi-threading seperti yang digambarkan di atas, kini dua vendor terkemuka yaitu Intel dan AMD sudah mengatisipasinya dengan meluncurkan prosesor dengan kerja ganda yaitu processor dual core atau bahkan untuk yang akan datang bisa multi core. Pada sistem yang menggunakan prosesor dual core ini, task komputasi yang dilakukan sistem akan tetap berlangsung normal.

Pada prosesor dual core ini akan terjadi pengabungan dua prosesor beserta cache, namun dalam satu kemasan chip atau integrated circuit (IC). Keuntungan dual core terutama pada cache coherency. Dengan dual core, komunikasi antara kedua die dapat dilakukan pada clock rate yang lebih tinggi dibandingkan jika memanfaatkan bus di luar chip.

Namun, di balik kelebihannnya tersebut, dual core bukan tanpa kekurangan. Di antara kekurangan itu misalnya membutuhkan operating system (OS) yang mampu mengoptimalkan kinerjanya. Setidaknya kemampuan OS untuk mengoptimalkan SMP (symmetric multi-processing). Selain itu, dibutuhkan juga aplikasi yang sudah mendukung pengoptimalan prosesor ini.

Secara teknis pun dapat dikatakan, dual core sebenarnya tidak akan membuat detak komputer (clock speed) jadi lebih cepat daripada prosesor single core yang mempunyai clock speed tinggi. Dual core hanya akan meningkatkan operasional pengguna PC saja.

Hal ini disebabkan karena drag yang terjadi akibat resource yang dibagi untuk dua core pada prosesor tersebut. Selain itu, masih ada masalah lisensi untuk beberapa software dan sistem operasi. Terutama untuk kebutuhan perusahaan.

Pada prosesor dual core ini akan terjadi pengabungan dua prosesor beserta cache, namun dalam satu kemasan chip atau integrated circuit (IC). Keuntungan dual core terutama pada cache coherency. Dengan dual core, komunikasi antara kedua die dapat dilakukan pada clock rate yang lebih tinggi dibandingkan jika memanfaatkan bus di luar chip.

 

B.        PROSESOR INTEL CORE 2 DUO

Core 2 adalah generasi ke-8 dari jajaran processor dari Intel yang sudah memakai microprocessor dengan arsitektur x86. Pada desain kali ini Core 2 sangat berbeda dengan NetBurst. Pada NetBurst yang diaplikasikan dalam Pentium 4 dan Pentium D, Intel lebih mengedepankan clock speed yang sangat tinggi. Sedangkan pada arsitektur Core 2 yang baru tersebut, Intel lebih menekankan peningkatan dari fitur-fitur dari CPU tersebut, seperti cache size dan jumlah dari core yang ada dalam processor Core 2. Pihak Intel mengklaim, konsumsi daya dari arsitektur yang baru tersebut hanya memerlukan sangat sedikit daya jika dibandingkan dengan jajaran processor Pentium sebelumnya.

 Fitur dan manfaat :

1.      Mendapatkan yang terbaik performa keseluruhan dengan Intel ® Core ™ 2 Duo processor akan mendapatkan kinerja gudang teknologi kaya, termasuk sampai dengan 6MB shared L2 cache dan sampai dengan 1333 MHz Front Side Bus.

  1. Nikmati 3X lebih cepat kinerja multitasking dengan multi-core mengkombinasikan dua core prosesor independen dalam satu paket fisik. ¹ Prosesor berjalan pada frekuensi yang sama dan berbagi sampai dengan 6MB L2 cache dan hingga 1333 MHZ Front Side Bus untuk benar-benar paralel komputasi dengan lebih.
  2. Meningkatkan waktu eksekusi dan efisiensi energi dengan lebih banyak instruksi per clock cycle diaktifkan oleh Intel ® Wide Dynamic Execution.
  3. Lebih cerdas, lebih kinerja energi yang efisien diaktifkan oleh Intel ® Intelligent Power Capability.
  4. Meningkatkan kinerja sistem diaktifkan oleh Intel ® Smart Memory Access, mengoptimalkan penggunaan bandwidth data yang tersedia.
  5. Mendapatkan kinerja yang lebih tinggi, lebih efisien subsistem cache diaktifkan oleh Intel ® Advanced Smart Cache, dioptimalkan untuk multi-core dan dual-core.
  6. Mempercepat berbagai aplikasi,, termasuk video, suara dan gambar, photo processing, enkripsi, finansial, teknik dan aplikasi ilmiah, diaktifkan oleh Intel ® Advanced Digital Media Boost.

C.        PROSESOR INTEL CORE i7

Intel Core i7 adalah sebuah keluarga dari beberapa Intel desktop dan laptop 64-bit x86-64 prosesor, prosesor pertama dirilis menggunakan Intel Nehalem microarchitecture dan penerus dari Intel Core 2 keluarga.

Intel Core i7 sudah tidak lagi menggunakan LGA775 dan digantikan dengan LGA1366. Soket ini ini mulai dihadirkan pada motherboard dengan chipset Intel X58 Express yang mulai banyak beredar. Dari fisiknya, soket ini memang berukuran lebih besar dibanding LGA775, oleh karena itu heatsink fan pendukungnya pun harus sesuai, tidak bisa menggunakan heatsink fan LGA775.

Intel Core i7 merupakan salah satu dari sejumlah prosesor buatan Intel yang memiliki arsitektur yang baru dibandingkan generasi sebelumnya. Prosesor ini diciptakan masih menggunakan transistor bermaterial hafnium dioxide (high-k) serta bermetal gate, dengan pabrikasi 45nm. Dengan kata lain sama dengan yang digunakan Penryn, generasi sebelumnya.

Nehalem sendiri memiliki banyak fitur yang baru dan berbeda jika dibandingkan keluarga prosesor berbasis Core Microarchitecture sebelumnya (Core 2 Duo, Core 2 Quad). Memory controller terletak pada chipset yang terpisah, tepatnya pada northbridge di motherboard, maka Intel Core i7 menempatkan memory controller-nya pada dirinya sendiri. Dengan memory controller yang terintegrasi pada prosesor, keterbatasan Front Side Bus(FSB) – selama ini merupakan jalur penghubung prosesor dengan chipset –, bisa ditiadakan. Prosesor dan memori utama berhubungan langsung.

Prosesor ini juga hadir dengan L3 cache sebesar 8MB. L3 cache ini dibagi-pakai (shared) oleh keempat core. Bila yang digunakan hanya 1 core (misalnya menjalankan aplikasi yang single-threaded), core tersebut bisa mengakses sepenuhnya 8MB cache tersebut. Pada Core 2 Quad, berhubung terdiri dari 2 die, hal seperti ini sulit dilakukan. Hyper-Threading yang sudah ada sejak arsitektur NetBurst, digunakan kembali dengan peningkatan yang cukup signifikan.

Fitur baru yang dihadirkan Nehalem:

  1. Prosesor Nehalem menghadirkan kembali fitur Hyper-Threading yang pernah digunakan pada prosesor Pentium 4. Dengan penggabungan teknologi tersebut maka dukungan 8 thread dimungkinkan walau hanya memiliki 4 (quad) core. Simultaneous Multi-threading (Intel Hyper-Threading) Technology adalah teknologi yang memungkinkan setiap core pada prosesor untuk dapat memproses 2 thread instruction secara sekaligus. Hal ini dapat meningkatkan kinerja aplikasi yang multi-threaded dan multi-tasking
  2. QuickPath Interconnect (QPI) yang menggantikan fungsi FSB. QPI merupakan teknologi interkoneksi antara prosesor dengan chipset. Teknologi ini memberikan kecepatan koneksi yang jauh lebih besar dibandingkan teknologi FSB. QPI ini secara teori memiliki bandwidth 25,6GB/s untuk Extreme Edition i7-965 (6,4GT/s) serta 19,2GB/s untuk i7-940 dan i7-920 (4,8GT/s). Bandwidth tersebut adalah bandwidth total, prosesor ke chipset dan chipset ke prosesor (transfer dari prosesor ke chipset dan dari chipset ke prosesor bisa dilakukan secara sekaligus).
  3. Cache memori 3 level: 64KB L1 cache (per core), 256KB L2 cache (per core), dan 8MB L3 Intel Smart Cache. 8MB L3 cache yang digunakan adalah inclusive dan dibagipakai (shared). Dalam kondisi tertentu, sebuah core bisa menggunakan keseluruhan 8MB L3 cache ini. Sifatnya yang inclusive diklaim Intel mampu menekan latency dan meningkatkan kinerja.
  4. Integrated memory controller yang mendukung memori utama hingga 3 kanal (2 DIMM per kanal) DDR3-1066 (resmi). Integrated memory controller ini merupakan pengendali memori utama yang menjadi satu dengan prosesor. Tidak lagi menyebabkan adanya latency melalui FSB yang membuat pemrosesan menjadi lambat.
  5. Intel Turbo Boost Technology, yaitu teknologi yang secara otomatis memungkinkan setiap core pada prosesor untuk berjalan pada clock yang lebih tinggi dari spesifikasi. Tentunya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah panas yang dihasilkan. Bila panas ini masih kurang dari batasan panas yang diperbolehkan, peningkatan core clock dimungkinkan. Bila kita menjalankan aplikasi yang single-threaded yang hanya menggunakan 1 core, core lain bisa diistirahatkan dahulu. Hal ini berakibat panas yang dihasilkan turun. Berhubung turun, core yang aktif bisa ditingkatkan clock-nya tanpa melebihi batasan panas yang diberikan. Hal yang sama juga berlaku untuk penggunaan 2 core, bahkan hingga 4 core, selama tidak melebihi batasan panas yang diberikan.
  6. Dukungan Intel Streaming SIMD Extensions (SSE) 4.2 yang merupakan penambahan 7 instruksi baru dari SSE sebelumnya. Kinerja prosesor pada tatanan multimedia menjadi lebih baik.
  7. Peningkatan Instructions Per Cycle (IPC). Nehalem dengan sejumlah peningkatan yang dimilikinya (paralelisma yang lebih baik, algoritma yang lebih efisien) menawarkan peningkatan IPC. Dengan kinerja per clock cycle yang lebih baik, untuk clock yang sama, kinerja yang bisa dihasilkan lebih tinggi.

Sebuah prosesor multi-core adalah komponen komputasi tunggal dengan dua atau lebih prosesor independen aktual (disebut “core”), yang merupakan unit yang membaca dan mengeksekusi instruksi program [1]. Data dalam instruksi memberitahu prosesor apa yang harus dilakukan. Instruksi adalah hal yang sangat dasar seperti membaca data dari memori atau mengirim data ke layar pengguna, tetapi mereka diproses begitu cepat bahwa persepsi manusia mengalami hasil sebagai kelancaran program. Produsen biasanya mengintegrasikan core ke mati sirkuit tunggal terintegrasi (dikenal sebagai multiprosesor chip atau CMP), atau ke beberapa meninggal dalam sebuah paket chip tunggal.

Prosesor yang awalnya dikembangkan dengan hanya satu inti. Sebuah prosesor banyak-inti prosesor multi-core di mana jumlah core cukup besar yang tradisional teknik multi-prosesor tidak lagi efisien [rujukan?] – Sebagian besar karena masalah dengan kemacetan di memasok instruksi dan data ke banyak prosesor . Ambang banyak-inti kira-kira pada kisaran puluhan core; di atas ambang batas jaringan ini pada teknologi chip menguntungkan.

Sebuah prosesor dual-core memiliki dua core (misalnya AMD Phenom II X2, Intel Core Duo), prosesor quad-core berisi empat core (misalnya AMD Phenom X4 II, Intel 2010 inti baris yang mencakup tiga tingkat quad-core, lihat i3, i5, dan i7 pada Intel Core), dan prosesor heksa-inti berisi enam core (misalnya AMD Phenom II X6, Intel Core i7 Extreme Edition 980X).

Sebuah prosesor multi-core multiprocessing mengimplementasikan dalam satu paket fisik tunggal. Desainer mungkin beberapa core dalam perangkat multi-core erat atau longgar. Sebagai contoh, core mungkin atau mungkin tidak berbagi cache, dan mereka dapat mengimplementasikan message passing atau shared memori antar-inti metode komunikasi.

Topologi jaringan yang umum untuk interkoneksi core termasuk bus, cincin, dua-dimensi mesh, dan mistar gawang. Homogen sistem multi-core hanya mencakup core identik, heterogen sistem multi-core memiliki core yang tidak identik. Sama seperti dengan sistem prosesor tunggal, core dalam sistem multi-core dapat mengimplementasikan arsitektur seperti superscalar, VLIW, pengolahan vektor, SIMD, atau multithreading.

Multi-core prosesor yang banyak digunakan di domain aplikasi, termasuk untuk keperluan umum, tertanam, jaringan, pemrosesan sinyal digital (DSP), dan grafis.
Peningkatan kinerja yang diperoleh dengan menggunakan prosesor multi-core sangat tergantung pada algoritma perangkat lunak yang digunakan dan pelaksanaannya. Secara khusus, keuntungan yang mungkin dibatasi oleh sebagian kecil dari perangkat lunak yang dapat diparalelkan untuk berjalan di beberapa core secara bersamaan, efek ini dijelaskan oleh hukum Amdahl. Dalam kasus terbaik, yang disebut masalah memalukan paralel mungkin menyadari faktor percepatan dekat jumlah core, atau bahkan lebih jika masalahnya adalah berpisah cukup untuk muat dalam cache yang masing-masing inti (s), menghindari penggunaan memori sistem yang jauh lebih lambat utama. Kebanyakan aplikasi, bagaimanapun, tidak begitu banyak dipercepat kecuali programmer menginvestasikan sejumlah penghalang upaya dalam re-anjak seluruh masalah [2]. Para paralelisasi dari perangkat lunak adalah topik besar penelitian sedang berlangsung.

Sekilas Tentang Processor

Secara garis besar, ada 2 vendor besar untuk processor, Intel dan AMD. Sekarang orang cenderung berpaling ke processor AMD karena pertimbangan price-performance ratio.
Sekarang kita dalam masa transisi dari platform 32-bit ke 64-bit, makanya banyak processor 64-bit bermunculan. Tapi dari segi aplikasi yang mendukung 64-bit masih jarang, sehingga processor berbasis 32-bit masih laris manis.

PC
Processor intel yang beredar di pasaran ada 2 macam, yang pake socket 478 (pentium 4 dan celeron lama) dan socket LGA perbedaan utama di fisik processor, dan motherboard untuk socket 478 beda jauh dengan yg socket LGA Intel sendiri mulai menghentikan produksi processor socket 478, yang ada di pasaran saat ini p4 socket 478 dari 2.26GHz sampai 3.2 GHz, kalo LGA dari 2.66 sampai 3.2 GHz. harga antara 478 dng LGA gak jauh beda, malahan kadang lebih murah LGA processor AMD lebih sedikit pilihan, buat yang 32-bit di pasaran tinggal jenis sempron, pilihan clock dari 2200 sampai 3100. untuk 64-bit ada athlon 64 dengan 2 jenis, socket 754 dan 939. socket 754 bisa dibilang produk gagal, makanya kalo cari athlon 64 mending yg socket 939. buat program sekarang, gak ada perbedaan signifikan antara kinerja sempron sama athlon 64, karena aplikasi cuma 32 bit. tapi begitu dikasi aplikasi 64-bit, athlon-64 langsung wush wush wush…. gak terkejar

Notebook
processor notebook masih dikuasai 2 vendor besar, Intel dan AMD. Intel buat saat ini paling populer dengan logo Centrino nya Apa itu centrino. centrino tuh bukan prosesor, tapi paket atau syarat di dalam 1 notebook. syarat2nya adalah:

– processor pentium-m

– chipset intel

– wi-fi intel

kalo ke3 syarat itu dipenuhi, baru sebuah notebook berhak nempel stiker “Centrino”

ok, sekarang kita ngomong soal prosesor pentium-m. pentium-m sendiri ada 3 macam:

– banias : cache 1mb, fsb 400mhz

– dothan : cache 2mb, fsb 400mhz

– sonoma : cache 2mb, fsb 533mhz

 

Intel Pentium M adalah sebuah mikroprosesor Intel x86 yang didesain oleh Intel untuk digunakan secara eksklusif untuk komputer portabel, semacam Notebook atau PC Tablet. Pentium M pertama kali dirilis pada bulan Maret 2003, bersamaan dengan chipset Intel 855, dan kartu adapter jaringan Intel PRO/Wireless 2100 Mini PCI, yang kemudian lazim dikenal dengan sebutan Intel Centrino jika ketiga komponen tersebut disatukan dalam satu sistem.

Inti dari Pentium M merupakan desain dari para pengembang mikroarsitektur prosesor Pentium III yang efisien dan Pentium 4 yang gegas. Tentu saja, Pentium M juga menawarkan sesuatu yang lebih dari pada kedua pendahulunya itu, seperti hal-hal berikut ini:

  • Penggabungan micro-operation (oleh Intel disebut dengan Micro-operation fusion). Hal ini akan mengakibatkan throughput yang lebih tinggi dengan menggunakan daya yang rendah.

Hasil desain tersebut, menjadikan Pentium M menawarkan performa yang sebanding, atau bahkan lebih cepat dibandingkan dengan prosesor Pentium 4, dengan tetap menekan penggunaan daya dan juga menekan terjadinya panas berlebih.

Nama prosesor

Intel Pentium M

Nama Kode Prosesor

Banias dan Dothan

Diperkenalkan

Maret 2003 (Banias); Mei 2004 (Dothan)

Jumlah transistor

77 juta transistor (Banias); 140 juta transistor (Dothan)

Proses manufaktur

130 nanometer (Banias); 90 nanometer (Dothan)

Ukuran inti prosesor

84 milimeter persegi (Banias); 84 milimeter persegi (Dothan)

Cache Level-1

32 KB

Cache Level-2

1024 KB (Banias); 2048 KB (Dothan)

Front Side Bus

400 MHz (Banias); 400 MHz/533 MHz (Dothan) (Seperti halnya Pentium 4, FSB bersifat Quad-Pumped)

Set Instruksi

Intel x86 (semua seri), MMX (semua seri), SSE (semua seri), SSE2 (semua seri), SSE3 (hanya Dothan)

Tambahan instruksi

Intel Enhanced SpeedStep Technology untuk manajemen daya. Dengan teknologi ini, beberapa bagian dari prosesor dan cache yang tidak digunakan dapat dimatikan, sehingga menghemat daya.

Kisaran kecepatan

1300 MHz hingga 1700 MHz (Banias); 1500 MHz hingga 2260 MHz

 

x86 atau 80×86 adalah nama umum dari arsitektur mikroprosesor yang pertama kali dikembangkan dan diproduksi oleh Intel. Arsitektur x86 saat ini mendominasi komputer desktop, komputer portabel, dan pasar server sederhana.

Arsitektur ini dikenal dengan nama x86 karena prosesor-prosesor awal dari keluarga arsitektur ini memiliki nomor model yang diakhiri dengan urutan angka “86”: prosesor 8086, 80186, 80286, 386, dan 486. Karena nomor tidak bisa dijadikan merek dagang, Intel akhirnya menggunakan kata Pentium untuk merek dagang processor generasi kelima mereka.

Arsitektur ini telah dua kali diperluas untuk mengakomodasi ukuran word yang lebih besar. Di tahun 1985, Intel mengumumkan rancangan generasi 386 32-bit yang menggantikan rancangan generasi 286 16-bit. Arsitektur 32-bit ini dikenal dengan nama x86-32 atau IA-32 (singkatan dari Intel Architecture, 32-bit). Kemudian pada tahun 2003, AMD memperkenalkan Athlon 64, yang menerapkan secara lebih jauh pengembangan dari arsitektur ini menuju ke arsitektur 64-bit, dikenal dengan beberapa istilah x86-64, AMD64 (AMD), EM64T atau IA-32e (Intel), dan x64 (Microsoft).

Kebanyakan pengguna komputer saat ini masih menggunakan Sistem Operasi Windows XP atau Vista. Kesemua Versi yang digunakan juga masih menggunakan jenis processor x86 (32- bit). Mengapa banyak user yang menggunakan Jenis processor x86 dibandingkan x64 ? Mungkin yang menjadi dasar bagi pengguna tersebut adalah bahwa developer software saat ini lebih dominan membuat aplikasi berdasarkan Windows x86 dibandingkan x64. Jadi ketersediaan software untuk versi x86 lebih banyak ketimbang x64. Ada kemungkinan software yang didesign untuk x86 dapat berjalan pada Processor x64, tetapi tidak semua. Sedangkan Software yang khusus dibuat untuk x64 tidak bisa digunakan pada x86.

Perbedaan mendasar processor x86 (32-bit) dan x64 (64-bit) adalah mengacu pada teknologi pemrosesan (processor) pada komputer mengenai bagaimana menangani informasi. Processor x64 akan mampu mereferensikan pengalamatan data pada memory lebih cepat dibanding processor x86.

alam teknologi informasi, Cache adalah mekanisme penyimpanan data sekunder berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyimpan data/instruksi yang sering diakses. Memory cache dimaksudkan untuk memberi kecepatan memory yang mendekati memory yang paling cepat yang bisa diperoleh, dan pada waktu yang sama menyediakan kapasitas memory yang besar dengan harga yang lebih murah dari jenis-jenis memory semikonduktor.

sumber:

http://blog.uin-malang.ac.id/harrissyafaat

http://aindra.blogspot.com

 

Iklan
%d blogger menyukai ini: